Kartini : Pejuang Emansipasi Wanita

Kartini merupakan wanita keturunan ningrat yang memperjuangkan emansipasi wanita. Pada film ini akan menyuguhkan cerita mengenai kehidupan RA Kartini. Persembahan box office Indonesia yang belum lama tayang ini berjudul Kartini. Karya yang dihasilkan oleh Hanung Bramantyo itu diproduksi oleh Legacy Pictures dan Screenplay Films. Film nonton bioskop online yang sangat layak ditonton, karena mengusung perjuangan pahlawan […]

Kartini merupakan wanita keturunan ningrat yang memperjuangkan emansipasi wanita. Pada film ini akan menyuguhkan cerita mengenai kehidupan RA Kartini.

Persembahan box office Indonesia yang belum lama tayang ini berjudul Kartini. Karya yang dihasilkan oleh Hanung Bramantyo itu diproduksi oleh Legacy Pictures dan Screenplay Films. Film nonton bioskop online yang sangat layak ditonton, karena mengusung perjuangan pahlawan wanita Indonesia yang sangat terkenal, yaitu Raden Ajeng Kartini.

Perjuangan Kartini

Semua masyarakat Indonesia pasti sudah mengetahui, bahwa Kartini merupakan  sosok yang memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia. Wanita keturunan ningrat tersebut berjuang untuk membela kaumnya, para wanita. Jadi, film ini adalah salah satu film nasional yang sangat ditunggu dan wajib ditonton oleh masyarakat. Selain dapat mengenang Ibu Kartini, masyarakat juga jadi mengetahui bagaimana perjuangannya kala itu, saat wanita dianggap sebelah mata.

Hal yang sangat menarik adalah, Kartini ini menyuguhkan banyak bintang top, seperti Dian Sastro yang berperan sebagai Kartini. Adapula Ayushita, Acha Septriasa, Reza Rahadian, Christine Hakim, Deddy Sutomo dan sederet aktor aktris lainnya. Dian Sastro terlihat sangat pas memerankan sosok Kartini, ditambah dengan pemain lain membuat penonton dapat merasakan ‘feel’ dari film tersebut.

Kartini yang diperankan Dian Sasto melihat bagaiamana kehidupan ibu kandungnya Ngasirah (Christine Hakim), yang nampak seperti orang yang terasingkan dan terbuang di rumahnya sendiri. Hal itu karena sang ibu tidak memiliki darah ningrat, sehingga dianggap layaknya pembantu. Sedangkan ayahnya bernama Raden Sosroningrat (Deddy Sutomo) tak mampu untuk melawan tradisi, walaupun mencintai keluarganya.

Kartini saat itu berusia 10 tahun, tapi sudah fasih berbahasa Belanda dan memiliki keinginan yang besar untuk sekolah tinggi. Banyak sekali buku-buku yang telah dibacanya. Saat usianya menginjak 12 tahun, Kartini harus masuk masa pingitan, untuk disiapkan menjadi Raden Ajeng, yaitu menjadi istri dari Bupati, agar dapat mewarisi keturunan berdarah ningrat.

Kartini : Beasiswa Atau Menikah?

Suatu saat pejabat pendidikan dan kebudayaan Belanda, tuan Ovink- Soer meminta ayah Kartini untuk melonggarkan pingitannya.  Dia diajak melewati daerah, bertemu rakyat dan pejabat. Tapi ternyata pejabat pendidikan dan kebudayaan Batavia, Abendanon jatuh hati pada Kartini dan membuatnya mendapatkan tawaran beasiswa ke Belanda. Diapun sangat senang, namun sang ayah melarangnya.

Selama hidupnya,Kartini berupaya untuk menyetarakan hak untuk semua orang, baik ningrat ataupun bukan, khususnya mengenai pendidikan bagi kaum wanita. Kartini dibantu oleh saudarinya Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayusitha) untuk membangun sekolah untuk orang miskin dan juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat Jepara dan sekitarnya.

Film yang dibintangi Dian Sastro itu menunjukkan sisi perjuangan dari Kartini, bahkan harus menentang keluarganya sendiri dan melawan tradisi yang telah melekat dalam masyarakat dalam kurun waktu lama. Semua itu dilakukan untuk memperjuangkan kesetaraan hak bagi semua orang di Indonesia.

Saat itu Pemerintahan Belanda ditekan untuk membuktikan manfaat kolonialisasi bagi penduduk jajahan oleh Negara-negara koloni Internasional. Dan Kartini menjadi sorotan. Utusan Gubernur Jenderal Batavia mencari Kartini ke Jepara untuk membawa Kartini ke Batavia untuk memfasilitasi kemauan Kartini, termasuk mengenai beasiswa. Tapi saat itu, ayahnya sedang sakit-sakitan, dan Kartini tidak ingin membebani ayahnya dengan keinginannya.

Ternyata timbul cemburu karena datangnya utusan Gubernur Jenderal, terutama RM Hadiningrat. Cara-cara pun dilakukan Hadiningrat untuk menghalangi Kartini mendapatkan kesempatan emas itu. Caranya adalah dengan menekan adiknya (Sosroningrat) secara politis, sampai mengirimkan lamaran menikah dengan ancaman diguna-guna.

Bagaimanakah kisah Kartini selanjutnya? Apakah dia akan menerima beasiswa dan meninggalkan keluarga? Atau malah menerima lamaran? Film togel hk ini sudah dapat disaksikan mulai tanggal 19 April 2017.